The Witcher 3 segera Hadir di Xbox One X dalam Waktu Dekat

Sepanjang tahun ini game The Witcher 3 telah menjadi pembicaraan. Bahkan game besutan CD Projekt RED sangat populer di kalangan gamers. Di awal tahun ini The Witcher 3 dilaporkan bakal hadir di console game Xbox One X.


Sayangnya sejauh ini kabar tersebut tidak kunjung hadir di konsol besutan Microsoft itu. Padahal kehadian di Xbox One X tinggal menghitung hari. Ini merujuk pernyataan Kepala Divisi Pengembangan CD Projekt RED Jakub Kutrzuba yang menyebutkan pihaknya tengah melakukan perbaikan untuk versi konsol.

Sebagaimana dalam pernyataan resminya bahwa pihak pengembang tengah melakukan perbaikan, salah satunya dukungan 4K. Sebab Xbox One X telah mendukung teknologi 4K. Ada juga banyak tweak visual yang mencakup bayangan kualitas tinggi, oklusi ambien dan penyaringan tekstur serta tekstur beresolusi tinggi.

Sederhananya, akan banyak peningkatan kinerja jika dibandingkan dengan permainan serupa di Xbox One S. Hanya saja CD Projekt RED belum mengonfirmasi peluncuran The Witcher 3: Wild Hunt. Padahal Xbox One X sendiri dijadwalkan dirilis 7 November.

Intel Optane SSD 900P Klaim sebagai SSD Tercepat

Beberapa waktu lalu Samsung merilis SSD 960 Pro dengan mengklaim sebagai yang tercepat. Tetapi kini Intel meluncurkan produk serupa yakni, Intel Optane SSD 900P yang diklaim lebih cepat dari 960 Pro.


Kecepatan membaca Optane SSD 900P bisa mencapai angka 2.500 MB/s, adapun kecepatan menulisnya 2.000 MB/s. Di saat yang sama, ada dua kapasitas yang ditawarkan, yakni 280 GB dan 480 GB – jauh melebihi kapasitas RAM terbesar yang ada di pasaran saat ini.

Berdasarkan hasil uji coba performa Optane SSD 900P lebih baik dibanding 960 Pro. Meskipun keduanya sama-sama menggunakan interface NVMe PCIe, namun kecepatan Optane lebih unggul.

SSD ini istimewa karena mengadopsi teknologi 3D Xpoint. Teknologi tersebut untuk menjembatani antara RAM dan SSD. Sebab keduanya sama-sama merupakan tipe memory. Bedanya RAM memiliki kecepatan tinggi dan kapasitas rendah. Sebaliknya, SSD berkapasitas besar ngomong soal kecepatan lebih rendah dibandingkan dengan RAM.

Sebetulnya kehadiran Optane 900P ini diprioritaskan bagi videografer atau video editor serta gamer. Mereka membutuhkan kecepatan membaca dan menulis yang tidak bisa dikompromi. Kabarnya Optane dilepas sangat mahal. Untuk varian 280 GB dijual USD 389 (Rp 5,1 juta), sedangkan varian 480 GB seharga USD 599 (Rp 7,9 juta).

Smart Running Shoes Ajak Pengguna Berlari dengan Benar

Pada saat berolahraga kerap melupakan dasar-dasar gerakan. Terutama jogging kerap timbul cedera lantaran mengabaikan gerakan dasar. Itu sebabnya Sensoria memberi atensi terhadap gerakan dasar saat jogging dengan memperkenalkan smart running shoes.


Sebagaimana dikutip dari Wareable, sepatu ini teresmat Sensoria Core, sebuah komponen mikroelektronik. Sensoria Core ini besutan perusahaan Sock 2.0, yang mana bisa terhubung ke alas kaki cerdas. Fungsinya sejatinya memberi laporan rincian biometrik secara real-time.

Pada saat berlari, pengguna akan dilatih oleh Mara, bot AI yang akan mendeteksi dan memberi informasi tentang irama, pendaratan kaki, dan kekuatan benturan. Sepatu ini dirancang untuk mengajarkan gerakan yang lebih efisien dan mengurangi risiko cedera kepada pelari.

Smart Running Shoes dan Core akan menampilkan akselerometer, giroskop dan magnetometer, yang digabungkan untuk melacak bukan hanya metrik, namun juga data yang lebih mendasar seperti kecepatan, jarak, waktu dan kalori.

Sejatinya Sensoria juga bermitra dengan Vivobarefoot, yang telah memamerkan sepatunya di ajang CES awal Januari tahun ini. Smart Running Shoes ini dijual USD 99 (Rp 1,3 juta) selama pre-order. Sepatu tersebut memiliki warna merah, hitam, kuning dan biru serta paket Core di dalamnya. Kini Anda bisa berlari.

Super Canggih dan Kekinian, Rapat Virtual Bareng Peralatan dari Google

Di awal tahun 2.000-an video conference telah menjadi barang berharga. Tetapi seiring dengan perkembangannya teknologi pendukung telah hadir. Kali ini raksasa jagat maya Google menghadirkan hardware untuk mendukung video conference.


Google baru saja mengumumkan empat hardware kamera, speaker + mikrofon, komputer mini dan layar sentuh. Keempat perangkat ini sejatinya untuk mendukung aplikasi Hangouts Meet dan Hangouts Chat yang sudah meluncur Maret lalu.

Kameranya bersensor 4K dan lensanya bersudut 120 derajat. Tidak lupa teknologi machine learning tela ditanamkan agar kamera bisa mendeteksi peserta rapat. Google juga mengombinasikan speaker plus mikrofon sanggup Sementara speakernya sanggup meminimalisir suara bising di sekitar ruang saat rapat.

Komputer mininya pasokan Asus Chromebox yang ditenagai Intel Core i7 dengan Chrome OS sebagai operation system-nya. Oh iya, untuk admin atau operatornya dibekali fitur remote device monitoring untuk admin IT. Fungsinya untuk terus memberikan update kepada peserta rapat.

Pada saat rapat itulah controlling melalui layar sentuh 10,1 inci beresolusi 1280 x 800. Terdapat port HDMI untuk memudahkan penyambungan laptop saat presentasi. Paket ini kabarnya dilepas dengan harga USD 1.999 (Rp 26,5 juta). Cukuplah bagi perusahaan investasi untuk memudahkan video conference.

Jawab Kekurangan Dua Tahun Ini, GoPro Mulai Lirik Kamera Entry Level

Kondisi keuangan GoPro dalam dua tahun terakhir ini cukup memprihatinkan. Bahkan mereka harus merumahkan pegawai dan mengurangi produksi. Tetapi catatan buruk itu sepertinya mulai terkikis seiring dengan laporan keuangan di kuartal ketiga tahun ini.


Di kuartal ketiga tahun ini laporanr keuangan GoPro meraup revenue sebesar USD 330 juta dengan laba bersih USD 14 juta. Ini merupakan laporan keuangan terbaik dalam dua tahun terakhir. Tetapi laporan lain mereka harus dihadapkan dengan tantangan meraih revenue USD 470 di kuartal terakhir tahun ini.

CEO GoPro Nick Woodman menyebutkan jika untuk mendukung keuangan tersebut GoPro mulai melirik produk entry-level. Sebab produk ini lebih banyak dipilih konsumen sepanjang periode Januari hingga September.

Mulai tahun depan GoPro sepertinya lebih memilih bermain di segmen entry-level. Bukan berarti produk unggulan mereka akan dikurangi. Sejauh ini Woodman belum mau mengungkap sepreti apa rencana produk entry-level yang akan diusung.

Smartwatch Analog...!!! Q Control Lebih Sporty dan Fashionable

Fossil tidak terlihat agresif di tahun 2017 memproduksi smartwatch. Ini disebabkan perusahaan asal Texas, Amerika Serikat itu baru saja mengakuisisi Misfit. Namun begitu Fossil telah berpengalaman melahirkan smartwatch analog.


Kini Fossil baru saja melahirkan satu smartwatch berpenampilan sporty, Q Control. Sebagaimana dikutip dari Tech Radar pekan lalu, bahwa desainnya lebih mirip edisi sebelumnya. Ada yang menilai Q Control nyaris sama dengan Misvit Vapor.

Namun kali ini Q Control hadir dengan memperbanyak fitur. Semisal sensor detak jantung. Perangkat ini juga bisa digunakan untuk berenang. Sebab Q Control memiliki sertifikasi tahan air dan bisa digunakan menyelam hingga kedalaman 50 meter.

Mengenai platform, Q Control telah dijejali Android Wear 2.0, chipset Qualcomm Snapdragon Wear 2100, memori internal 4 GB, dan baterainya bertahan 24 jam. Desainnya cukup keren lantaran berdesain sporty berdiameter 45 mm, ketebalan 14 mm, dan strap 20 mm.

Kabarnya Q Control juga dibekali Google Assistant dan memiliki watch face yang bisa diubah. Sebab Fossil sudah mendesain watch face yang lebih keren. Soal harga, Q Control dilepas seharga USD 275 atau kurang lebih Rp 3,6 juta.

WOW...!!! Sharp 8C-B60A Kamera Termahal Senilai Rp 1 Miliar, Hasil Jepretannya Seperti Apa Yaa...

Kita sudah mendengar bahwa RED meluncurkan kamera canggih dengan resolusi tinggi. Kini tantangan berikutnya datang dari Sharp yang menghadirkan, 8C-B60A. Kamera ini sama-sama memiliki kemampuan merekam video 8K 60 fps.


Dikutip dari Engadget, Sharp 8C-B60A memiliki sensor Super 35. Sharp juga menyediakan SSD berkapasitas 2 TB yang sanggup menyimpan video 8K berdurasi total 40 menit. Tak lupa Codec HQX agar file yang dihasilkan tidak membebani memori.

Sharp memilih mount PL yang lebih fleksibel dengan berbagai lensa. Tujuannya agar Sharp bisa memasangkan dengan berbagai level lensa, termasuk elnsa premium milik Leica dan Zeiss.

Kabarnya kamera ini digunakan sebagai official partner Olimpiade 2020 di Tokyo, Jepang. Sebagai tuan rumah hajatan olahraga terakbar, Sharp tentu ingin menghadirkan kamera beresolusi tinggi.

Sharp 8C-B60A memang tidak setangguh RED Monstro 8K VV, meski sama-sama memiliki kemampuan merekam video 8K. Namun soal harga, 8C-B60A jauh diatas RED Monstro 8K VV. Jangan kaget jika Sharp 8C-B60A dijual JPY 8,8 juta atau sekitar Rp 1 miliar!